Rabu, 23 Maret 2016

Contoh Laporan Praktikum


LAPORAN PRAKTIKUM
Formulasi Pakan
Identifikasi Bahan Pakan Sapi Perah

Description: polije.jpg


Disusun oleh

Mia Audina Margaretha Br Limbong
NIM. C31132223

DIPLOMA III
AGRIBISNIS SAPI PERAH
PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN PERTANIAN CIANJUR JOINT PROGRAM
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2016


 
PRAKTIKUM FORMULASI PAKAN
A.  Hari & tanggal      : Kamis, 3 Maret 2016

B.     Tujuan praktikum : Untuk mengenal bahan pakan ternak  sapi perah                
   Untuk menganalisis kualitas pakan dengan uji organoleptic
C.     Prosedur
1.      Siapkan bahan pakan yang akan diidentifikasi
2.      Amati warna masing-masing bahan pakan
3.      Rasakan tekstur dan bentuk dari masing-masing bahan pakan
4.      Cium aroma masing-masing bahan pakan
5.      Catat hasil pengamatan dan uji organoleptik pada tabel yang telah disediakan

D.    Tabel hasil praktikum identifikasi bahan pakan secara ornagoleptik
No
Bahan Pakan
Organoleptik
Warna
Bau
Tekstur
Bentuk
1
Menir
Putih pucat
Khas beras
Kasar
Butiran
2
Jagung giling
Orange
Khas jagung
Kasar
Butiran
3
Bungkil kedelai
Coklat muda
Apek dan sedikit gurih
Halus
Serbuk
4
Bekatul
Krim
Sedikit tengik
Halus
Serbuk
5
Polard
Coklat muda
Khas gandum
Halus
Serbuk
6
Dedak padi
Krim
Khas dedak
Halus
Serbuk
7
Copra
Coklat tua
Sedikit tengik, bau minyak
Halus
serbuk
8
Lamtoro
Hijau
Khas petai
Batang kasar, daun halus
Daun berbentuk oval
9
Glirisida
Hijau
Khas glirisida
Halus
Daun menyirip
10
Rumput gajah
Hijau
Khas rumput
Kasar
Daun memanjang
11
Pohon jagung
Hijau
Khas jagung
Kasar, pangkal daun berbulu
Daun memanjang


Gambar bahan pakan
Description: G:\Photos\Captured\Photo0103.jpg
Description: G:\Photos\Captured\Photo0105.jpg
Description: G:\Photos\Captured\Photo0106.jpg
Description: G:\Photos\Captured\Photo0104.jpg
Description: G:\Photos\Captured\Photo0112.jpg
Description: G:\Photos\Captured\Photo0113.jpg
Rumput gajah
Lamtoro           
Pohon jagung
Glirisida
Menir
Jagung giling
Description: G:\Photos\Captured\Photo0114.jpg
Description: G:\Photos\Captured\Photo0110.jpg
Description: G:\Photos\Captured\Photo0111.jpg
Description: G:\Photos\Captured\Photo0109.jpg
Description: G:\Photos\Captured\Photo0108.jpg

Bungkil kedelai
Polard
Bekatul
Dedak
Copra


E.     Tinjauan pustaka
Pengujian organoleptik adalah pengujian yang didasarkan pada proses pengindraan. Pengindraan diartikan sebagai suatu proses fisio-psikologis, yaitu kesadaran atau pengenalan alat indra akan sifat-sifat benda karena adanya rangsangan yang diterima alat indra yang berasal dari benda tersebut. Pengindraan dapat juga berarti reaksi mental (sensation) jika alat indra mendapat rangsangan (stimulus). Reaksi atau kesan yang ditimbulkan karena adanya rangsangan dapat berupa sikap untuk mendekati atau menjauhi, menyukai atau tidak menyukai akan benda penyebab rangsangan. Indra yang digunakan dalam menilai sifat indrawi suatu produk adalah :
1.      Penglihatan yang berhubungan dengan warna kilap, viskositas, ukuran dan bentuk, volume kerapatan dan berat jenis, panjang lebar dan diameter serta bentuk bahan.
2.      Indra peraba yang berkaitan dengan struktur, tekstur dan konsistensi. Struktur merupakan sifat dari komponen penyusun, tekstur merupakan sensasi tekanan yang dapat diamati dengan mulut atau perabaan dengan jari, dan konsistensi merupakan tebal, tipis dan halus.
3.      Indra pembau, pembauan juga dapat digunakan sebagai suatu indikator terjadinya kerusakan pada produk, misalnya ada bau busuk yang menandakan produk tersebut telah mengalami kerusakan.
4.      Indra pengecap, dalam hal kepekaan rasa , maka rasa manis dapat dengan mudah dirasakan pada ujung lidah, rasa asin pada ujung dan pinggir lidah, rasa asam pada pinggir lidah dan rasa pahit pada bagian belakang lidah. Penentu bahan makanan pada umumnya sangat ditentukan oleh beberapa faktor antara lain : warna, rasa, tekstur, viskositas dan nilai gizi.





F.      Pembahasan dan pengamatan

1.      Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)
Dari tabel hasil identifikasi bahan pakan diatas dapat dilihat rumput gajah memiliki warna hijau tua, tekstur daun yang kasar dan batang keras, bentuk daun memanjang, serta bau yang masih khas rumput. Warna dari rumput gajah menunjukan rumput gajah yang telah sesuai untuk dipanen, dan bau khas rumput menunjukan rumput yang masih segar dan meningkatkan palatabilitas rumput.
Menurut (Hartadi,dkk, 1997), Rumput gajah umumnya mengandung Bahan Kering yang rendah yaitu 12-18%, tetapi kandungan BK ini dengan cepat meningkat seiring dengan meningkatnya umur tanaman. Kandungan serat kasar berkisar dari 26.0-40.5%,Beta-N sekitar 30.4 -  49.6% dengan kandungan lemak kasar 1.0-3.6%. Kandungan Phosphornya cukup tinggi yaitu 0.28-0.39% dan pada batang 0.38-0.52%. Sedangkan Ca masing-masing 0.43-048% dan 0.14-0.23% pada daun dan batang. Kandungan TDN berkisar dari 40-67% dengan kecernaan Bahan Kering sekitar 48-71%.
2.      Daun gamal (Gliciridia Sepium)
Daun gamal merupakan golongan leguminose . Daun gamal berdasarkan tabel pengamatan memiliki warna hijau, bau khas glirisida, daun bertekstur halus serta daun menyirip.
Menurut (Anggorodi. R, 1979) Palatabilitas daun gamal merupakan masalah karena adanya kandungan antinutrisi flavano 1 – 3.5% dan total phenol sekitar 3-5% berdasarkan BK. Ruminansia yang tidak bisa mengkonsumsi daun gamal umumnya bila tidak dicampurkan pada ransum. Dalam pemberiannya sebaiknya dilayukan dulu. Kecernaan BK daun gamal adalah 48-77%.

3.      Pohon Jagung(Zea Mays)

Pohon jagung adalah sumber energ bagi ternak. Berdasarkan tabel pengamatan memiliki warna hijau tua, tekstur daun kasar pangkal daun berbulu dan daun memanjang, serta memiliki bau khas jagung. Ini menunjukan bahan pakan masih segar dan memiliki palatabilitas yang baik untuk ternak dan tidak terjadi kerusakan pada pohon jagung.
Kandungan TDN yang tinggi (81.9%) adalah karena : jagung sangat kaya akan bahan ekstrak tanpa nitrogen (Beta-N) yang hamper semuanya pati, jagung mengandung lemak yang tinggi dibandingkan semua butiran kecuali oat, jagung mengandung sangat rendah serat kasar, oleh karena itu mudah dicerna. Kandungan protein jagung rendah dan defisiensi asam amino lisin (Prosea, 1992)
4.      Lamtoro/Petai cina(Leucana Leucocephala)
Petai cina adalah hijauan golongan leguminosa yang sering diberikan kepada ternak.  Berdasarkan tabel pengamatan pratikum petai cina memilki warna daun hijau muda, tekstur daun halus dengan batang keras, bau yang khas petai dan daun berbentuk oval. Warna, tekstur, bau yang masih segar menunjukan bahan pakan ini berkualitas baik untuk diberikan kepada ternak.
Lamtoro mempunyai kandungan protein kasar berkisar antara 14 – 19%,sedangkan kandungan serat kasarnya umumnya berfluktuasi dari 33 hingga 66%, dengan kandungan Beta-N berkisar antara 35 – 44%. Daun lamtoro umumnya defisien asam amino yang mengandung sulfur. Kandungan vitamin A dan C biasanya tinggi.
5.      Dedak Padi
Dedak padi adalah sisa dari pengolahan padi menjadi beras. Dedak padi dari tabel pengamatan pratikum memilki warna krim, tekstur halus, bau khas dedak dan berbentuk serbuk. Warna, tekstur, bau dan rasa menunjukan tidak adanya kerusakan bahan pakan. Bahan pakan dapat diberikan pada ternak.
Hartadi et al. (1990) menambahkan Dedak padi yang berkualitas baik mempunyai protein rata-rata dalam bahan kering adalah 12.4%, lemak 13.6% dan serat kasar 11.6%. Dedak padi menyediakan protein yang lebih berkualitas dibandingkan dengan jagung. Dedak padi kaya akan thiamin dan sangat tingi dalam niasin.
6.      Jagung giling
Jagung giling/Biji jagung adalah bahan pakan sumber energy dan protein untuk ternak. Berdasarkan tabel pengamatan pratikum biji jagung yang telah digiling memiliki warna orange, tekstur kasar, bau khas jagung, dan berbentuk butiran. Warna, tekstur, bau dan rasa biji jagung menunjukan kualitas bahan pakan masih baik, belum terdapat jamur ataupun mikroorganisme yang mempengaruhi fisik biji jagung
Martawijaya (2004), menambahkan bahwa Biji jagung mengandung energi dan protein tinggi, tetapi daya lekatnya rendah dan memiliki kandungan protein 8-9%, lemak 3-4%, asam amino 90-95%, dan energi metabolisme sebesar 3.394 kkal/kg.
7.      Bungkil kedelai
Bungkil kedelai merupakan bahan pakan sumber protein untuk ternak. Dari hasil pengamatan praktikum bungkil kedelai memiliki warna coklat muda, bau apek dan sedikit gurih, memiliki tekstur halus dan berbentuk serbuk. Sepertinya bungkil kedelai tersebut sudah disimpan lama sehingga kandungan nutrisinya sudah berkurang.
Bungkil kedelai merupakan bahan makanan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan ternak, meskipun bungkil kedelai tersebut sudah diambil minyaknya tetapi masih menyimpan protein nabati sebesar kurang lebih 40% (Rasyaf, 2001).
8.      Pollard
Pollard merupakan bahan pakan limbah dari penggilingan gandum menjadi terigu. Tabel pengamatan pratikum menunjukan pollard memilki warna coklat muda, tekstur halus, bau khas gandum, dan bentuk serbuk. Hal ini memperlihatkan bahan pakan masih berkualitas baik untuk digunakan kepada ternak.
Martawijaya (2004) menambahkan Kualitas protein pollard lebih baik dari jagung, tetapi rendah daripada kualitas protein bungkil kedelai, susu, ikan dan daging. Pollard kaya akan phospor (P)feerum (fe) tetapi miskin akan kalsium (Ca). Pollard mengandung 1.29% P, tetapi hanya mengandung 0.13% Ca. Bagian terbesar dari P ada dalam bentuk phitin phospor. Pollard tidak mengandung vitamin A atau vitamin, tetapi kaya akan niacin dan thiamin.

9.      Bekatul
Bekatul adalah bahan pakan limbah dari penggilingan padi menjadi beras, memiliki protein yang lebih tinggi dari dedak dan teksturnya juga lebih halus. Tabel pratikum menunjukan bekatul memiliki warna krim, bau sedikit tengik, tekstur halus, bau khas kulit padi dan berbentuk serbuk. Susunan zat makanannya sebagai berikut : 15 % air; 14,5 % protein; 48,7 % BETN; 7,4 % serat kasar; 7,4 % lemak dan 7% abu, kadar protein dapat dicerna 10,8 %dan MP 70 % (Rasyaf, 1997).
10.  Menir
Menir merupakan limbah dari pengolahan padi menjadi beras. Menir masih sering di gunakan sebagai bahan pakan untuk ternak unggas. Tabel pengamatan pratikum menunjukan menir memilki warna putih pucat, tekstur kasar, bau khas padi dan berbentuk butiran. Pengmatan ini menunjukan bahwa bahan pakan masih berkualitas baik. Ichwan (2003) menyatakan Menir memilki kandungan PK 7,31% , lemak 1,70% , SK 4,07%, dan BetaN 72,87%.
Menir merupakan salah satu hasil samping proses penggilingan beras selain sekam dan bekatul. Penampakan menir seperti halnya beras patah, namun menir berukuran lebih kecil dari 0,2 bagian beras utuh (Kadarisman, 1986).
11.  Kopra
Kopra adalah limbah asal pengolahan minyak  yang banyak digunakan sebagai bahan pakan ternak. Kopra berdasarkan tabel pengamatan pratikum memilki warna coklat tua, tektur halus, bau  sedikit tengik dan berbau minyak serta berbentuk serbuk. Pengamatan tersebut menunjukan bahan telah mengalami oksidasi lemak sehingga berbau tengik.
Hartadi et al. (1990) menambahkan bahwa kandungan kopra yaitu BK 86%, abu 6,4%, SK 14,4%, BETN 41,8% dan PK 21%. Rasyaf (1997) yang menyatakan bahwa kopra  mengandung protein sekitar 18%-26%, energi metabolismenya lebih dari 1600 kkal/kg.
G.    Kesimpulan
Dengan cara identifikasi organoleptik dapat kita ketahui :
·         Dengan uji organoleptic kita dapat mengetahui kualitas bahan pahan dengan mudah dan sederhana
·         Dari identifikasi organoleptic diatas kita dapat membedakan/mengetahui jenis bahan pakan
·         Pengujian bahan pakan secara organoleptic menggunakan panca indera yaitu melihat, mencium, meraba dan merasakan
·         Bahan pakan yang terlalu lama disimpan maupun karena penyimpanan yang kurang baik dapat merusak kualitas bahan pakan
















Daftar Pustaka
Prosea. 1992. Plant Resources of South-East Asia 4, Forages. Prosea
Foundation, Bogor.
Hartadi, S., S. Reksodihadiprodjo, A.D. Tillman. 1997. Tabel Komposisi Pakan
untuk Indonesia, UGM Press, Yogyakarta.
Anggorodi. R. 1979. Ilmu Makanan Ternak Dasar Umum. Gramedia. Jakarta.









Senin, 22 Juni 2015

Pancasila sebagai Pengembangan IPTEK

BAB I PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang 
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Oleh karena itu sebagai warga negara Indonesia seharusnya manusia itu memiliki pedoman dan pegangan dalam bersikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Pancasila merupakan dasar negara yang mengandung filsafat sebagai upaya manusia untuk mencari kebijaksanaan hidup yang nantinya bisa menjadi konsep kebijakan hidup yang bermanfaat bagi peradaban manusia. Pancasila terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistem filsafat yakni suatu kesatuan bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang berisi sistem nilai keIndonesiaan yang telah berkembang secara akulturatif selama ribuan tahun. Ini berarti bahwa

Pancasila adalah suatu sistem budaya yang merupakan sari dari sistem-sistem budaya yang diwarisi secara turun-temurun oleh setiap masyarakat Indonesia. Sebagai sebuah ideologi, Pancasila bukanlah ideologi tertutup melainkan dikembangkan sebagai ideologi terbuka sejalan dengan keterbukaan budaya. Dengan demikian, Pancasila berciri dinamis, mau menerima berbagai unsur lokal dan modern sejauh tidak bertentangan dengan sila-silanya. Pancasila menjadi sebuah gerbang penyaring dalam menghadapi arus globalisasi. globalisasi berdiri atas dasar kemajuan teknologi sebagai bagian modernisasi. Hal tersebut berimplikasi pada bagaimana kehidupan manusia terbentuk. Dalam hal ini, teknologi komunikasi membentuk fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini karena komunikasi adalah sebuah proses primer di mana terjadi transaksi informasi yang memiliki efek tertentu di dalam segala aspek kehidupan manusia.

Perkembangan iptek telah membuat dunia menjadi sempit, tidak ada lagi batas ruang dan waktu antarnegara di dunia. Benturan, pergeseran, dan penggoyahan nilai-nilai khas bangsa dan nilai-nilai yang ingin dikembangkan berdasarkan budaya Pancasila, tidak dapat dihindari. Oleh karena itu perlu diusahakan pembinaan dan pemantapan masyarakat kita di dalam nilai-nilai yang kita anggap sesuai. Apabila masyarakat dibina untuk tidak bersifat fanatisme dan kepicikan, maka daya tahan dan daya tangkal masyarakat akan mampu menahan benturan dan pergeseran.

Kesimpangsiuran norma sopan santun umum, pola hidup mewah, individualisme, liberalisme anarkistik, otonomi pribadi dan bebas nilai banyak melanda msyarakat modern. Masyarakat modern yang bertumpu pada iptek, sering berpikir dengan pola empirisme. Empirisme dapat mengakibatkan agnostisisme, materialisme, dan ateisme. Mentalitas empirik lebih senang menganut paham pragmatisme dan utilitarisme. Pemikiran-pemikiran metafisik transedental karena ditolak dianggap tidak relevan dan membuang-buang waktu. Nilai –nilai Pancasila sesungguhnya telah tertuang secara filosofis-ideologis dan konstitusional di dalam UUD 1945 baik sebelum amandemen maupun setelah amandemen. Nilai –nilai Pancasila ini juga telah teruji dalam dinamika kehidupan berbangsa pada berbagai periode kepemimpinan Indonesia. Hal ini sebenarnya telah menjadi kesadaran bersama bahwa Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia, yaitu kelima sila yang merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya.
B.Tujuan
1. Mengetahui peranan pancasila dalam perkembangan iptek
2. Mengetahui dampak positif dari perkembangan iptek
3. Mengetahui dampak negatif dari perkembangan iptek
4. Mengetahui nilai –nilai pancasila yang di gunakan untuk mengembangkan iptek
C.Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan IPTEK?
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan iptek di indonesia?
3. Apa permasalahan yang dihadapi dalam upaya mengembangkan iptek?
 4. Bagaimana perkembangan iptek di Indonesia?
5. Apa dampak positif dari perkembangan iptek yang sesuai dengan nilai pancasila?
6. Apa dampak negatif dari perkembangan iptek yang sesuai dengan nilai pancasila?
7. Bagaiman nilai-nilai pancasila di jadikan motivator untuk mengembangkan iptek?
8. Bagaimana nilai-nilai pancasila bisa di jadikan dasar untuk mengembangkan IPTEK?  
BAB II ISI 
 A. Pengertian Iptek Ilmu pengetahuan (sains) adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh melalui proses yang disebut metode ilmiah (scientific method) , Sedang Teknologi adalah pengetahuan dan ketrampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia sehari-hari.jadi iptek adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala alam dengan dibantu atau di dorong dengan perkembangan teknologi. Perkembangan iptek adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan mengembangkan iptek. IPTEK adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif.
B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi perkembangan Iptek di indonesia a. Peranan pemerintah Peranan pemerintah sangat penting dalam mengembangkan iptek di indonesia karena iptek dapat maju dan berkembang jika pemerintah memberikan dukungan penuh baik berwujud material maupun spiritual demi berkembangnya iptek di indonesia. Contoh: pengadaan/pembangunan infrastruktur. b. Sumber daya manusia yang berkualitas suatu ilmu pengetahuan dan teknologi memang haras berkembang tapi seiring dengan perkembangan iptek haruslah di iringi dengan perkembangan sumber daya manusia yang berkualitas karena jika tidak diiringi dengan perkembangan SDM maka akan sama saja atau bahkan lebih buruknya lagi kita hanya menjadi penonton dan penikmat perkembangan iptek saja tanpa ikut dalam mengembangkannya. Contoh: bisa dilihat dari sifat masyarakat indonesia yang tak mau kalah dengan masyarakat dari negara lain. c. Pengaruh dari negara lain atau negara maju perkembangan iptek di indonesia memang tidak lepas dari pengaruh negara lain,hal ini bisa di sebabkan karena Indonesia menjalin kerjasama dengan negara negar maju, oleh karena itu indonesia tidak menutup kemungkinan untuk mengikuti atua menyerap perkembangan iptek dari negara-negara maju yang menjalin kerja sama dengan indonesia contoh:tentang model pembayaran yang semakin praktis dengan memnggunakan kartu atm atau kredit. d. Arus globalisasi Arus globalisasi memicu perkembangan iptek diindonesia karena globalisasi itu merupakan penghilangan batas-batas suatu negara dalam memperoleh informasi. Jadi ada hubungan antara arus globalisai dengan perkembangan iptek di indonesia. Contoh: dulu orang indonesia jikaingin ke luar negeri membutuhkan waktu yang lama tapi semenjak ada pengaruh globalisasi maka orang indonesia keluar negeri hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja.
C. Permasalahan yang di hadapi dalam mengembangkan iptek di Indonesia Pengembangan iptek pastinya akan menemui jalan yang sulit yang mestinya harus diselesaikan demi berkembangnya iptek di indonesia.adapun permasalahan –permasalahan yang dihadapi yaitu :
1. Keterbatasan sumber daya manusia yang berkualitas Masih banyak masyarakat indonesia yang belum mengetahuim tentang perkembanga iptek di dunia khususnya di daerah dareh pelosok Indonesia jadi masyarakat indonesia masih buta tentang perkembangan teknologi hal ini mengakibatkan lambatnya perkembangan teknologi di indoonesia. 2. Kurangnya keseriusan pemerintah dalam mengembangkan iptek Pemerintah di indonesia ternyata masih banyak mementingkan kepentingannya sendiri atau golongannya dari pada kepentingan rakyatnya jadi ini akan memepengaruhi perkembangan iptek di indonesia selain intu pemerintah di nilai tidak serius dalm memgembangkan iptek demi kemajuan rakyatnya. 3. Minat yang kurang dari penduduk indonesia untuk lebih giat belajar Permasalahan diindonesia selain didukung dengang ketidakseriusan pemerintah ternyata di dukung pula dengan minat yang kurang dari penduduknya dan hal ini akan secara otomatis mengakibatkan iptek di Indonesia sulit berkembang. 4. Perekonomian penduduk yang belum merata. Perkembangan iptek di Indonesia akan sulit karena perekonomian yang belum merata yang menyebabkan adanya jarak antara orang kaya dengan orang miskin yang menyebabkan perkembangan iptek yang tidak merata pula. 5. Masyarakat Indonesia hanya sebagai pengikut bukan menjadi innovator. Kebanyakan masyarakat indonesia hanya menjadi pengguna atau pengikut dari kemajuan teknologi tanpa ikut menjadi innovator tau pencipta hal ini dapat di lihat dari semua peralatan penunjang iptek yang ada di Indonesia kebanyakan impor dari negara lain. D. Perkembangan Iptek Di Indonesia Disini kami ingin membahas sedikit banyak tentang perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau biasa kita kenal dengan istilah IPTEK. Ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat dari aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia,baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat bisa di pisahkan dari lembaga pendidikan. Dimana pada abad 20 peran ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berarti bagi lembaga pendidikan. Sehingga pada abad 20 mampu mendorong lebih cepat dalam industri,informasi,komunikasi,transportasi dan pertanian. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tertinggal jauh dan sangat memprihatinkan dibanding Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat bahkan pula di Negara-negara Asia misalnya Jepang dan China. Hal ini disebabkan karena : 1. Masih terbatasnya orang indonesia yang mendapat pendidikan barat terutama pendidikan tinggi. 2. Kurangnya keinginan dari pemerintah maupun perusahaan swasta yang ada di Indonesia untuk melakukan ahli teknologi 3. Tidak adanya inovasi teknologi yang berarti di dalam masyarakat indonesia itu sendiri,ilmu pengetahuan dan teknologi di indonesia mulai berkembang dimana ditandai dangan adanya perguruan tinggi dan pusat-pusat penelitian seperti lembaga ilmu pengetahuan (LIPI) dan juga badan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT) Realita yang memprihatinkan itu bukan dilihat dari prestasi beberapa bidang IPTEK yang telah di capai seperti penemuan aplikasi teknologi DNA, pemuan bibit padi unggul, pemuan vector medan laju percepatan gerak lempeng teknologi, rancangan bangunan pesawat remotely pilotely piloted vehicle, memperoleh penghargaan internasional fellowship L’oreal-unesco for woman in science,mendapat medali emas pada internasiaonal exhibition of invention new techninique and peroduct memperoleh the first to nobel prize di bidang fisika tingkat SMA , hingga temuan nutrisi baru , yang memang semua itu perlu di syukuri . Tetapi keprihatinan itu muncul pergerakan dampak perkembangan IPTEK itu memang tidak segaris lurus dangan penciptaan kesejahteraan masyarakat dalam rangka kebijakan IPTEK secara nasional,walaupun begitu perkembangan iptek di indonesia lumayan berkembang pesat meskipun masih kalah dari negara –negara eropa ,amerika dan asia khususnya jepang korea dan china,hal ini di tandai dengan kemajuan teknologi seperti komputer,gajdet,alat peternakan pertanian dan alat-alat penunjang lainnya yang menggunakan teknologi komputerisasi yang berkembang pesat di pasaran indonesia dengan demikian kemajuan atau perkembangan iptek di indonesia bisa dikatakan berkembang. Tentunya perkembangan iptek di indonesia ini akan memberikan sebuah dampak baik yang positif maupun yang negatif.Adapun dampak positif dan negatif dari perkembangan iptek adalah sebagai berikut: a) Dampak Positif perkembangan IPTEK 1. Memberikan berbagai kemudahan Perkembangan IPTEK mampu membantu manusia dalam beraktifitas. Terutama yang berhubungan dengan kegiatan perindustrian dan telekomunikasi. Namun, dampak dari perkembangan IPTEK juga berdampak ke berbagai hal seperti kegiatan pertanian, yang dulunya membajak sawah dengan menggunakan alat tradisional, kini sudah menggunakan peralatan mesin.sehingga aktifitas penanaman dapat lebih cepat di laksanakan tanpa memakan waktu yang lama dan tidak pula terlalu membutuhkan tenaga yang banyak. Ini adalah contoh kecil efek positif perkembangan IPTEK di dalam membantu aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari. 2. Mempermudah meluasnya berbagai informasi Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi kita, dimana tanpa informasi kita akan serba ketinggaln. terlebih lagi ketika berbagai media cetak dan elektronik berkembang pesat. Hal ini memaksa kita untuk mau tidak mau harus bisa dan selalu mendapatkan berbagai informasi. Pada masa dahulu, kegiatan pengiriman berita sangat lambat, hal ini di karenakan kegiatan tersebut masih di lakukan secara tradisional baik itu secara lisan maupun dengan menggunakan sepucuk surat. Namun sekarang kegiatan semacam ini sudah hampir punah, dimana perkembangan IPTEK telah merubah segalanya, dan kita pun tidak perlu menunggu lama untuk mengirim atau menerima berita. 3. Bertambahnya pengetahuan dan wawasan Komputer dahulu termasuk jenis peralatan yang sangat canggih, dimana hanya orang-orang tertentu yang mampu membelinya apalagi menggunakannya. Namun seiring dengan perkembangan iptek, peralatan elektronik seperti computer, internet, dan handphone (Hp) sudah menjadi benda yang menjamur. Dimana tidak hanya orang-orang tertentu yang mampu menggunakannya, bahkan anak-anak di bawah umurpun dapat menggunakannya. Inilah pengaruh positif perkembangan iptek di era globalisasi terhadap ilmu pengetahuan dan wawasan masyarakat kita. b) Dampak negatif perkembangan IPTEK 1. Mempengaruhi pola berpikir Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang agresif dan penasaran serta suka dengan hal baru. Terutama sekali dengan adanya berbagai perubahan pada berbagai peralatan elektronik. Namun ternyata perkembangan tersebut tidak hanya berdampak terhadap pola berpikir anak, juga berdampak terhadap pola berpikir orang dewasa dan orang tua. Terlebih lagi setiap harinya masyarakat kita di sajikan dengan berbagai siaran yang kurang bermanfaat dari berbagi media elektronik. 2. Hilangnya budaya Tradisional Dengan berdirinya berbagai gedung mewah seperti mal, perhotelan dll, mengakibatkan hilangnya budaya tradisional seperti kegiatan dalam perdagangan yang dulunya lebih di kenal sebagai pasar tradisional kini berubah menjadi pasar modern. Begitu juga terhadap pergaulan anak-anak dan remaja yang sekarang sudah mengarah kepada pergaulan bebas. 3. Banyak menimbulkan berbagai kerusakan Indonesia di kenal sebagai Negara yang kaya akan sumber daya alamnya, namun hingga akhir ini, Indonesia lebih di kenal sebagai Negara yang sedang berkembang dan terus berkembang entah sampai kapan. Dan kita juga tidak mengetahui kapan istilah Negara berkembang tersebut berubah menjadi Negara maju. Salah satu contoh kecil yang lebih spesifik adalah beberapa tahun yang lalu sekitar di bawah tahun 2004, kota pekanbaru yang terletak di propinsi Riau, lebih di kenal sebagi kota “Seribu Hutan”, namun dalam waktu yang relative singkat, istilah seribu hutan kini telah berubah menjadi istilah yang lebih modern, yakni kota “Seribu Ruko” di mana dalam waktu yang singkat, perkembangan pembangunan di kota ini amat sangat pesat. Mulaialah berdiri berbagai kegiatan industri, Perhotelan, Mal, dan Gedung-gedung bertingkat serta perumahan berdiri di mana-mana.akibatnya aktifitas tradisional lumpuh, hutan gundul sehingga banyak menimbulkan berbagai macam bencana seperti banjir, tanah longsor serta polusi terjadi di mana-mana. Inilah dampak yang harus di terima masyarakat kita hingga ke anak cucu. Dengan semakin berkembangannya ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia,maka informas, juga komunikasi di indonesia pun sudah berkembang. Di era globalisasi pada masa sekarang ini, kita harus bisa mengenal dan memahami berbagai perkembangan IPTEK, namun masih banyak yang kurang memahami dengan perkembangan IPTEK. Secara jangka panjang, perkembangan IPTEK memberikan arti yang sangat positif, namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang membawa dampak negatif. E. Nilai Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Teknologi Pancasila bukan merupakan ideologi yang kaku dan tertutup, namun justru bersifat reformatif, dinamis, dan antisipatif. Dengan demikian Pancasilan mampu menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yaitu dengan tetap memperhatikan dinamika aspirasi masyarakat. Kemampuan ini bukan berarti Pancasila itu dapat mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung, tetapi lebih menekan pada kemampuan dalam mengartikulasikan suatu nilai menjadi aktivitas nyata dalam pemecahan masalah yang terjadi (inovasi teknologi canggih). Karena syarat Sebuah ideologi memiliki kekuatan dimensi reality,idealismedan fleksibelity adapun penjelasannya sebagai berikut: a. Dimensi Reality. Yaitu nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam ideologi tersebut secara riil berakar dalam hidup masyarakat atau bangsanya, terutama karena nilai-nilai dasar tersebut bersumber dari budaya dan pengalaman sejarahnya. b. Dimensi Idealisme. Yaitu nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme yang memberi harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dalam praktik kehidupan bersama dengan berbagai dimensinya. c. Dimensi Fleksibility. yaitu bahwa dimensi pengembangan Ideologi tersebut memiliki kekuasaan yang memungkinkan dan merangsang perkembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan dengan ideologi bersangkutan tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat atau jati diri yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya.Dan ini telah di miliki oleh ideologi pancasila sedangkan pancasila sebagai dasar nilai mengandung dimensi ontologis,epistemologis,dan aksiologis.dimensi dimensi inilah yang menjadi dasar nilai dalam mengembangkan iptek yang sesuai dengan pancasila. Adapun pengertian dimensi ontologis,epistemologis dan aksiologis sesuai dengan sila-sila pancasila sebagai berikut sebagai berikut: 1. Ontologi Dimensi Ontologis adalah ilmu pengetahuan sebagai upaya manusia untuk mencari kebenaran yang tak mengenal titik henti 2. Epistemologi Adala nilai nilai pancasila di jadikn senjata untuk analisis atau metode berfikir dan sebagai tolok ukur dalam mencari kebenaran. 3. Aksiologis Mengandung nilai nilai imperatif (memaksa)dalam mengembangkan dimensi ini sila sila pamcasila akan menjadi satu kesatuan dan ilmuwan pun di tun tut harus memahami pancasila. Nilai-nilai Pancasila inilah yang digunakan sebagai dasar Perkembangan IPTEK karena Nilai-nilai pancasila itu sangat mendorong dan mendasari akan perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang baik dan terarah,perlu menjadi kesadaran masyarakat bahwa untuk meningkatakan IPTEK di Indonesia itu, sejak dini masyarakat harus memiliki dan memegang prinsip dan tekad yang kukuh serta berlandaskan pada Nilai-nilai Pancasila yang merupakan kepribadian khas Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang itu sangat cepat. Di sini letak tantangan bagi Indonesia, yaitu mengembangkan kehidupan bangsa yang berbasis IPTEK tanpa kehilangan jati diri (nilai-nilai Pancasila). Hal ini berarti ada nilai-nilai dasar yang ingin dipertahankan bahkan ingin diperkuat. Nilai-nilai itu sudah jelas, yaitu Pancasila. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, yang bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika diikuti pandangan-pandangan sekular dunia Barat, yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendekiawan, sepertinya berjalan berlawanan. Dalam masyarakat modern yang berbasisi IPTEK, terlihat kecenderungan lunturnya kehidupan keagamaan. Jadi, ini bukan tantangan yang sederhana, tetapi penting, karena landasan moral, segenap imperative moral, dan konsep mengenai kemanusiaan, keadilan, dan keberadaban, adalah keimanan dan ketakwaan. Dari dalam dan dari luar bangsa Indonesia akan menghadapi tantangan-tantangan terhadap sistem demokrasi yang dianut dan ingin ditegakkan, yang sesuai dengan kondisi sosial kultural bangsa yang demikian majemuk dan latar belakang historis bangsa. F. Nilai-nilai Pancasila Sebagai Motivator Perkembangan IPTEK Secara konstitusional di dalam Pembukaan UUD Proklamasi 1945. Kedudukan nilai filsafat Pancasila di dalam Pembukaan UUD tersebut, berfungsi sebagai dasar negara dan ideologi negara; sekaligus sebagai asas kerohanian negara dan sebagai perwujudan jiwa bangsa. Dengan demikian, identitas dan integritas (nasional) Indonesia ialah nilai filsafat Pancasila. Nilai-nilai Pancasila juga menjadi sumber motivasi bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) nasional dalam mencerdaskan bangsa yang mempunyai nilai-nilai Pancasila tinggi serta menegakkan kemerdekaan secara utuh, kedaulatan dan martabat nasional dalam wujud negara Indonesia yang merdeka, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia , Pancasila sebagai terkandung dalam UUD Proklamasi 45 seutuhnya. Karenanya, secara filosofis-ideologis dan konstitusional, NKRI dapat dinamakan (dengan predikat) sebagai sistem kenegaraan Pancasila yangsejajar dan analog dengan berbagai sistem kenegaraan bangsa-bangsa modern dan canggih. Kedudukan nilai Pancasila (sistem ideologi Pancasila) dengan demikian berfungsi juga sebagai asas normatif-filosofis-ideologis-konstitusional bangsa; menjiwai dan melandasi budaya dan moral politik nasional, sebagai terjabar dalam UUD Proklamasi yang memandu kehidupan bangsa Indoensia dalam integritas NKRI sebagai sistem kenegaraaan Pancasila. Maknanya, integritas nilai Pancasila secara konstitusional imperatif memberikan asas budaya dan moral politik nasional Indonesia serta membangun bangsa yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi dan menguasai berbagai teknologi (IPTEK) guna memenuhi kehidupan masyarakat. G. Peranan pancasila dalam mengembangkan iptek. Dalam perkembangan iptek peranan pancasila sangatlah penting guna menjaga nama baik dan integritas bangsa. Peran pancasila antara lain : • Sebagai filtrasi Pancasila berperan sebagai filtrasi masuknya budaya asing ke indonesia, sehingga Indonesia masih mempertahankan ciri khas atau integritas bangsa tanpa ketinggalan zaman di era globalisasi. • Sebagai tolok ukur Dalam pengembangan iptek tidak selalu bernilai positif namun dapat juga bernilai negatif, oleh karena itu, pancasila disini berperan untuk mengukur baik buruknya perkembangan iptek tersebut, • Sebagai alat kontrol Perkembangan iptek yang tidak terkontrol akan menimbulkan penyimpangan-penyimpangan yang tidak di inginkan. Dengan adanya nilai-nilai pancasila perkembangan iptek dapat terkontrol, Sebagai contoh, Kloning, Bom nuklir. H. Peran nilai-nilai dalam setiap sila pancasila dalam pengembangan iptek Nilai-nilai dalam setiap sila pamcasila berperan dalam setiap pengembangan iptek : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa Dalam pengembangan iptek harus memperhatikan sebagaimana amanah dari Tuhan YME kepada manusia . Manusia ditugaskan untuk menjaga dan memelihara alam.Jadi dalam pengembangan iptek harus memperhatikan dampak-dampak dari ilmu yang dikembangkan. 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab Dalam pengembangan iptek harus dilakukan secara merata, iptek tidak hanya untuk suatu golongan tertentu namun untuk semua golongan masyarakat Indonesia. 3. Persatuan Indonesia Pengembangan iptek tidak mengganggu integritas dalam persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan penyebaran ilmu pengetahuan harus demokratis dan dimusyawarahkan untuk mencapai suatu keputusan bersama 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Menjaga keseimbangan kepentingan individu dan masyarakat ( keadilan distributif, kontributif dan komutatif )
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam pengembangan iptek , pancasila dijadikan sebagai tolok ukur, sebagai penyaring budaya asing yang masuk ke Indonesia, dan sebagai alat kontrol.Pancasila juga di jadikan sumber motivasi serta dijadikan dasar dalam pengembangan iptek dan ini sudah dibuktikan. Pancasila dalam pengembangan iptek memiliki nilai –nilai yang mengandung 3 dimensi yaitu dimensi ontologis, dimensi epistemologis, dan dimensi aksiologis B. Saran a. Untuk mengembangkan iptek seharusnya ada dukungan penuh dari pemerintah b. Masyarakat harus berani mengenal ilmu-ilmu baru c. Masyarakat jangan menyalah gunakan kemajuan iptek untuk hal-hal negatif d. Dalam pengembangan iptek harus sesuai dengan nilai-nilai pancasila

Tatalaksana Pemelihara Pedet dan Dara

Mia Audina Margaretha Br Limbong Agribisnis Sapi Perah Batch 2 B 1. Yang saya ketahui : a) Hijauan pakan ternak adalah segala macam hijauan dari tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang dapat dimakan oleh ternak tanpa mempengaruhi kesehatan ternak atau menyebabkan keracunan pada ternak tersebut, akan tetapi dapat dipergunakan untuk proses pertumbuhan, perkembangan dan proses produksi. b) Rumput liar adalah rumput alam yaitu rumput yang tumbuh dan berkembang dimana-mana tanpa adanya campur tangan manusia. c) Rumput lapangan adalah rumput yang sengaja ditanam oleh manusia atau peternak yang dipersiapkan untuk padang penggembalaan. d) Rumput tanaman adalah rumput yang sengaja ditanamam oleh manusia atau peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. 2. a) Hijauan pakan ternak yang termasuk leguminosa adalah 1. Petai cina (Leucaena glauca) 2. Centro (Centrosoma pubescens) 3. Lamtoro gung (Leucaena leucocephalla) 4. Turi (sesbania grandifora) 5. Kalopo (Calopogonium muconoides) 6. Gamal (Gliricidia) b) Hijauan pakan ternak yang termasuk rumput potong adalah 1. Rumput gajah (Pennisetum purpureum) 2. Rumput benggala (Panicummaximum) 3. Rumput raja/Kinggras 4. Rumput setaria (Setaria sphacelata) 5. Rumput Australia (paspalum dilatatum) 6. Rumput Mexico (Euchcaena Mexicana) 3. Bahan-bahan penyusun konsentrat adalah tepung jagung, bekatul/dedak, tepung ikan, bungkil kedelai,onggok, tepung kerang, mineral, tetes tebu, limbah biskuat, kulit kopi, DDGS, kopra, tepung tulang, bungkil kelapa sawit. 4. Persyaratan kandang untuk ternak sapi perah pedet dan dara adalah  Transportasi Mudah  Iklim sesuai dengan sapi yang dipelihara  Cukup subur untuk ditanami hijauan pakan ternak  Lokasi strategis  Kandang terpisah dengan rumah peternak minimal 10 meter  Lokasi bebas dari penyakit menular(antraxpenyakit mulut dan kuku)  Luas cukup untuk memenuhi kebutuhan sarana peternakan  Dekat Sumber Air  Jauh dari Pemukiman Penduduk  Dekat dengan Sumber Pakan  Bebas dari Genangan Air  Harus sesuai dengan peruntukan Rencana Umum Tata Ruang dan Wilayah Pemerintah Setempat  Konstruksi yaitu, lantai kandang, dinding kandang, dan atap kandang.  Cukup mendapat sinar matahari  Ada Ijin 5. Faktor yang mempengaruhi dalam pembuatan kandang ternak sapi perah pedet dan dara adalah  Keadaan ekonomi peternak, apabila dana peternak mencukupi maka mampu membangun kandang yang lebih baik bagi ternak.  Faktor sosial yaitu, keadaan lingkungan sekitar, dengan memerhatikan lingkungan sekitar maka peternak harus mampu menyesuaikan kandang agar nyaman bagi ternak dan ternak tidak terganggu dengaan keadaan di sekitarnya, begitu pula dengan lingkungan tidak terganggu dengan ternak.  Letak kandang lebih tinggi dari lingkungan sekitarnya, agar kandang tidak lembab dan saat hujan maka kandang tidak tergenang dengan air.  Kondisi lingkungan setempat/iklim, dengan memerhatikan keadaan suhu, cuaca maupun iklim maka diharapkan peternak mampu membangun kandang yang dibutuhkan ternak sesuai dengan keadaan lingkungannya.  Sirkulasi dan ventilasi udara lancar, dalam membangun kandang maka peternak harus memperhatikan sirkulasi udara untuk mengatur kelembapan maupun suhu kandang agar sesuai dengan kebutuhan ternak yang hendak dipelihara.  Ternak yang perlu perhatian ekstra harus di tempatkan terpisah, dengan membangun kandang yang khusus maka saat peternak sudah memelihara ternak maka saat ada sapi sakit maka sudah terdapat kandang khusus. 6. a) Manfaat kolostrum bagi sapi perah pedet adalah  Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama immunoglobulin untuk melindungi anak sapi atau pedet perah dari berbagai penyakit infeksi seperti selaput paru-paru, usus, tenggorokan. Immunoglobulin juga bermanfaat untuk menambal lubang pada usus anak sapi/pedet yang belum terbentuk sempurna sehingga dapat mencegah diare.  Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi anak sapi atau pedet pada hari-hari pertama kelahiran.  Kolostrum mengandung faktor pertumbuhan yang membantu kematangan saluran pencernaan anak sapi/pedet untuk berfungsi efektif. Sehingga kuman dan zat alergi sulit masuk ke tubuh ternak (anak sapi/pedet)  Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran anak sapi atau pedet yang pertama berwarna hitam kehijauan. Hal ini dapat mengatasi masalah zat dalam tubuh anak sapi/pedet yang menyebabkan pedet kuning (bilirubin) atau dapat mengurangi kelebihan bilirubin. Kelebihan bilirubin terjadi karena belum sempurnanya mekanisme pengaturan jumlah sel darah merah pada tubuh anak sapi/pedet.  Kolostrum juga mengandung beberapa zat dalam jumlah yang tinggi seperti natrium, kalium dan kolesterol. Kombinasi zat ini ampuh untuk perkembangan jantung, otak serta sistem saraf pusat anak sapi/pedet. b) Waktu yang tepat dalam memberikan kolostrum adalah Kolostrum pertama harus sudah diberikan kepada anak sapi perah pedet dalam waktu 1 jam pertama sesudah lahir. Kemampuan alat pencernaan anak sapi atau pedet untuk menyerap antibodi dari kolostrum hanya berlangsung beberapa jam. Setelah 6 jam kemudian di beri kembali sebanyak 6-8 % berat badan. 7. Kandang dan peralatan sebelum digunakan perlu dilakukan sanitasi karena Sanitasi adalah tindakan menjaga kebersihan kandang, peralatan dan lingkungan sekitarnya.Sanitasi kandang dan peralatan dilakukan sebelum digunakan untuk mencegah terjangkitnya penyakit baik dari virus, bakteri, parasit dan juga untuk mengurangi kemungkinan penularan penyakit. Sanitasi kandang dan peralatan dilakukan dengan cara: membersihkan lingkungan di dalam kandang dan lingkungan di luar kandang. 8. Dehorning adalah suatu tindakan yang dilakukan pada hewan ternak dengan tujuan penghilangan bakal tanduk atau pemotongan tanduk. Agar lebih memudahkan peternak dalam melakukan pemeliharaan ternak. 9. a) Manfaat dehorning adalah • Memperluas daya tampung kandang. • Mengurangi tingkat kerusakan kandang. • Menghindari terlukanya sapi lain. • Menjaga keamanan peternak saat tata laksana pemeliharaan. • Memudahkan melakukan pengendalian saat pemberian obat, pemberian ear tag, palpasi rectal. • Menguragi tingkat kerusakan peralatan dan kandang ternak. • Mengurangi cidera pada handler. • Mempercepat pertumbuhan. • Untuk sapi kontes. • Memiliki harga lebih tinggi. b) Prosedur pelaksanaan dehorner di balai besar peternakan sapi perah bunikasih kecamatan warungkondeng dilakukan dengan dua cara yaitu I. Metode dengan cara menggunakan dehorner elektrik. Teknik ini diaplikasikan pada pedet 1 – 2 bulan. Alat dan bahan yang digunakan: Alat : Bahan : Dehorner Elektrik Gunting Tang Barnes Antibiotik Kapas Langkah kerja : • Memanaskan dehorner elektrik sekitar 1 – 2 menit hingga dehorner elektrik mencapai suhu sekitar 1200 C. • Giring sapi/pedet yang ingin di potong tanduknya • Merebahkan pedet yang akan dipotong tanduknya. • Memotong rambut sekitar tanduk pedet. • Dehorner yang sudah panas ditempelkan pada tanduk sambil ditekan dan diputar-putar kemudian cungkil sampai lepas. • Setelah tanduk terlepas, diolesi dengan antibiotik dengan cara mencelupkan kapas ke antibiotic dan mengoleskan kebekas luka untuk menghentikan pendarahan dan mempercepat luka kering dan agar tidak infeksi. • Menggiring pedet kembali ke kandangnya II. Metode dengan menggunakan tang barnes. Teknik ini diaplikasiakan pada sapi yang sudah dewasa. Alat dan bahan yang digunakan: Alat : Bahan : Tang burnes Gunting rambut biasa Tali Kandang jepit Dehorner elektrik Kapas Salep Langkah kerja : • Menghandling sapi yang akan dipotong tanduknya. • Memasukkan sapi ke kandang jepit. • Memasang tali halter. • Mengikat tali halter dengan tambang yang dikaitkan pada kandang jepit. Diusahan terikat dengan kuat. Untuk mencegah sapi berontak memegang lubang hidung dan diangkat keatas. • Memotong rambut sekitar tanduk agar memudahkan dalam pemotongan tanduk. • Memotong tanduk dengan tang barnes. • Memanaskan dehorner elektrik sekitar 1 – 2 menit hingga dehorner elektrik mencapai suhu sekitar 1200. • Menghentikan pendarahan bekas pemotongan dengan dehorner elektrik. • Mengoleskan salep sekitar bekas potongan tanduk. • Melepaskan sapi agar mengurangi tingkat stress. 10. Yang saya ketahui tentang a) Ear tag nomorator adalah satu aksesoris / alat untuk mengidentifikasikan hewan ternak seperti sapi dan kambing yang diaplikasikan di daun telinga hewan ternak yang dilengakpi dengan nomor ternak sebagai pengenal, yang dapat terbuat dari plastik. b) Ear tag tanpa nomor adalah satu aksesoris / alat untuk mengidentifikasikan hewan ternak seperti sapi dan kambing yang diaplikasikan di daun telinga hewan ternak yang tidak dilengakpi dengan nomor ternak tetapi dapat memuat nama ternak dan warna ertag yang berbeda sesuai dengan ketentuan suatu peternak, yang dapat terbuat dari plastik. c) Micro chip adalah jenis Eartag yang tidak terdapat nomor, melainkan nomor itu telah dibenamkan ke dalam eartag (tidak tampak) untuk membacanya diperlukan alat khusus (reader). Untuk membacanya, hubungkan reader ke PC atau laptop, setelah mengarahkan reader tersebut ke sapi, maka otomatis ditampilan computer akan muncul hasil pembacaan tersebut. d) RFID atau Radio Frequency Identification, adalah suatu metode yang mana bisa digunakan untuk menyimpan atau menerima data secara jarak jauh dengan menggunakan suatu piranti yang bernama RFID tag atau transponder. Suatu RFID tag adalah sebuah benda kecil, misalnya berupa stiker adesif, dan dapat ditempelkan pada telinga sapi. RFID tag berisi antena yang memungkinkan mereka untuk menerima dan merespon terhadap suatu query yang dipancarkan oleh suatu RFID transceiver. 11. Rekording adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara sistematik, periodik dan teratur untuk mengumpulkan, memproses dan menganalisis informasi atau data, yang hasilnya digunakan dalam perbaikan perencanaan, dan bertujuan untuk mencapai pendapatan peternak yang lebih baik. 12. Kartu ternak berisi mengenai yaitu • Nama peternak • Nama ternak • Nomor telinga • Tanggal lahir • Jenis kelamin • Berat lahir • Induk jantan • Induk betina • Tanggal IB dan hasil 13. Manfaat rekording adalah 1. Memantau kegiatan teknis usaha pemeliharaan sapi. 2. Mengetahui asal usul sapi 3. Mengetahui kemampuan produksi susu dan anak 4. Mengetahui penyakit yang pernah diderita 5. Mengetahui jenis dan konsumsi pakan. 6. Mengetahu keberhasilan atau kegagalan usaha 7. Mengetahui efisensi usaha 8. Sebagai dasar melakukan evaluasi dan tindak lanjut dalam pengembangan usaha. 14. Contoh format rekording sapi perah dara adalah sebagai berikut No Nama/ No Berat Jenis Pakan Jumlah Pakan Tanggal IB Penimbangan (KG) Tanggal Catatan Penyakit Berat Sapih (KG) Ket Vaksinasi